Sabtu, 05 Mei 2018


Simbol sebagai komunikasi verbal 


Simbol (symbol) adalah representasi dari orang, kejadian, dan fenomena lainnya. Berikut dijelaskan pemaknaan symbol beserta contoh kasusnya:


  • Simbol yang berubah-ubah

Sebagaimana yang dijelaskan diatas bahwa simbol dapat bersifat berubah ubah namun tetap dengan makna yang sama.
Salah satu Contohnya adalah : dalam sebuah keluarga, seorang anak memanggil orang tua mereka dengan sebutan abi dan umi. Abi merupakan simbol yang melambangkan panggilan kepada seorang bapak dan umi merupakan simbol yang melambangkan panggilan kepada seorang ibu. Namun, ketika sang anak sedang berkumpul bersama teman temannya dan sedang membahas orang tua masing masing, lalu sang anak menceritakan orang tua mereka sebagai ayah dan ibu. Hal tersebut menunjukkan bahwa panggilan abi dan umi adalah suatu panggilan yang intik dan digunakan ketika berada di lingkup keluarga. Sedangkan ketika berada di lingkup luar, maka panggilannya menjadi ayah dan ibu dimana sama sama memiliki makna yang sama.
  •  Simbol Bersifat Ambigu

Melalu simbol ini kadang sering muncul kesalah pamahan yang membuat hubungan menjadi tidak baik. Contohnya : pemaknaan pada kata anjing. Anjing seperti yang kita ketahui adalah makhluk berkaki empat, tetapi masing-masing dari kita juga memiliki makna personal dari kata itu berdasarkan pada anjing-anjing yang telah kita ketahui dan pengalaman kita bersama mereka. Ketika kita menyebut teman kita sebagai anjing, maka ia akan marah karena cenderung maknanya adalah negative. Itulah yang dimaksud dengan ambigu
  •  Simbol Bersifat Abstrak

Contohnya adalah ucapan seperti “aku bosan dengan semua ini” “kamu tidak cocok dengan pilihanku” dan lain sebagainya. 
Simbol yang mereka gunakan membentuk cara mereka berpikir mengenai semua pengalamannya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar