Simbol sebagai komunikasi verbal
Simbol (symbol) adalah representasi dari orang, kejadian, dan fenomena lainnya. Berikut dijelaskan pemaknaan symbol beserta contoh kasusnya:
- Simbol yang berubah-ubah
Sebagaimana
yang dijelaskan diatas bahwa simbol dapat bersifat berubah ubah namun tetap
dengan makna yang sama.
Salah
satu Contohnya adalah : dalam sebuah keluarga, seorang anak memanggil orang tua
mereka dengan sebutan abi dan umi. Abi merupakan simbol yang melambangkan
panggilan kepada seorang bapak dan umi merupakan simbol yang melambangkan
panggilan kepada seorang ibu. Namun, ketika sang anak sedang berkumpul bersama
teman temannya dan sedang membahas orang tua masing masing, lalu sang anak
menceritakan orang tua mereka sebagai ayah dan ibu. Hal tersebut menunjukkan
bahwa panggilan abi dan umi adalah suatu panggilan yang intik dan digunakan
ketika berada di lingkup keluarga. Sedangkan ketika berada di lingkup luar,
maka panggilannya menjadi ayah dan ibu dimana sama sama memiliki makna yang
sama.
- Simbol Bersifat Ambigu
Melalu
simbol ini kadang sering muncul kesalah pamahan yang membuat hubungan menjadi
tidak baik. Contohnya : pemaknaan pada kata anjing. Anjing seperti yang kita
ketahui adalah makhluk berkaki empat, tetapi masing-masing dari kita juga
memiliki makna personal dari kata itu berdasarkan pada anjing-anjing yang telah
kita ketahui dan pengalaman kita bersama mereka. Ketika kita menyebut teman
kita sebagai anjing, maka ia akan marah karena cenderung maknanya adalah
negative. Itulah yang dimaksud dengan ambigu
- Simbol Bersifat Abstrak
Contohnya
adalah ucapan seperti “aku bosan dengan semua ini” “kamu tidak cocok dengan
pilihanku” dan lain sebagainya.
Simbol yang mereka gunakan membentuk cara mereka berpikir mengenai semua pengalamannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar