Selasa, 22 Mei 2018

Kami tidak takut

 “Kami tidak takut” begitulah slogan yang banyak dilontarkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Mengingat kejadian yang merusuhkan warga yang dilakukan oleh teroris secara beruntun baru-baru ini . Aksi pengeboman oleh kelompok teroris banyak menelan korban yang tak bersalah dan tak banyak pula menelan korban anak-anak yang tak berdosa. Maraknya aksi teror di Indonesia berdampak pada seluruh komponen dalam masyarakat. Masyarakat seolah hidup di bawah bayang-bayang teror. Hal ini perlu ditelaah mengapa kelomkpok teroris ini aktif melakukan aksinya di Indonesia?
Berbagai persepsi pun muncul dari masyarakat. Seperti mengaitkan aksi teroris dengan kepentingan politik maupun agama.
Namun saat ini Islam diasosiasikan dengan agama teroris. Hal ini dibuktikan dengan kelompok teroris yang sebagian besar berasal dari agama Islam. Sehingga mengubah stigma masyarakat mengenai agama Islam itu sendiri.Di dalam Islam tidak mengajarkan untuk saling membunuh sesama. Hal ini tentunya juga berlaku bagi agama lain, tidak ada agama yang menyuruh umatnya untuk membunuh sesama umatnya.
It’s not about religion tergantung bagaimana kita membawa diri kita sendiri. Membawa diri kearah yang lebih baik dan tidak terjerumus kedalam ajaran yang sesat. 

Kita bisa melakukan hal yang bersifat preventif dan intinya memulai dari diri kita sendiri. Hal itu bisa di atasi jika sudah ada konsep dalam diri individu mengenai mana yang baik dan benar. Untuk mencegah dan menanggulangi segala bentuk tindakan dan kegiatan teroris, pemerintah Indonesia harus menyikapi fenomena terorisme secara arif, menganilisis berbagai aspek kehidupan bangsa saat ini, mencari akar permasalahan, termasuk mengoreksi kebijakan Barat di Timur Tengah.
Peran pendidikan juga harus digalakkan. Individu harus dipersiapkan dengan pendidikan sosial, keagamaan, politik dan Pancasila yang baik dan benar saat masa sekolah agar ia benar-benar menjadi seorang Pancasilais yang hidup di NKRI.
Perlawanan terhadap terorisme bukanlah perlawanan terhadap para penjahat, bukan pula penghukuman atas kesesatan berpikir yang dimiliki oleh para teroris. Melainkan upaya mengembalikan mereka kepada pemikiran yang seharusnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar