Senin, 07 Mei 2018


   
  Contoh KEMAMPUAN SIMBOLIK dalam 

Komunikasi antarpribadi


1.      Bahasa mendefinisikan fenomena
a.       Bahasa mendefinisikan persepsi : contohnya : tetangga kita adalah seorang guru. Orang orang melabeli dirinya sebagai seorang guru, sehingga mereka akan memberikannya perlakuan layaknya guru pada umumnya. Seperti belajar, mendiskusikan tugas kelas, dll.
b.      Contohnya saksi ahli linguistik yang didatangkan pada sidang penodaan agama dengan yang didakwa basuki tjahaja purnama.
c.       Bahasa dapat diperhitungkan : Seorang ulama dapat dikatakan sebagai pemimpin disuatu pondok pesantren, karna tingkat pendidikan dan agama yang ia kuasai.
d.      Bahasa membentuk dan mencerminkan hubungan : Dalam konteks ini letak geografis sangat amat mempengaruhi, karna tumbuh kembang sesorang membentuk dan mencerminkan bahasa yang ia gunakan. Seperti anak-anak yang berada di kawasan kumuh yang tidak mendapatkan perhatian yang lebih dari orangtua akan berbeda dengan penggunaan bahasa yang digunakan oleh anak-anak yang tinggal dikawasan komplek dan mendapatkan perhatian yang lebih dari kedua orangtuanya.

2.      Mengevaluasi bahasa
a.       Bahasa mencerminkan dan membentuk persepsi : contoh : “dia orangnya mageran” kata tersebut mencerminkan bahwa orang yang dibicarakan memiliki sifat pemalas
b.      Bahasa bisa diisi : contohnya : ketika kita mengatakan bahwa kakek nenek kita adalah tua renta, maka hal tersebut dapat menyakiti hati mereka dan dianggap menghina mereka
c.       Bahasa bisa merendahkan orang lain. Contoh : beberapa hari belakangan ini dapat kita lihat kasus dimana inul daratista membalas sebuah komentar pada netizen di instagramnya dengan ucapan “kamu itu enggak punya class, beda sama saya” komentar tersebut dianggap sebagai merendahkan orang lain

3.      Bahasa mengatur persepsi
a.       Bahasa  bisa membentuk stereotype. Contoh : Polisi itu galak. Bahasa tersebut dapat membuat kita takut akan polisi dan seolah olah menyatakan bahwa polisi adalah orang yang jahat

4.      Bahasa memunculkan pikiran hipotesis (menduga – duga)
a.       Kita bisa berfikir diluar situasi yang nyata terjadi : seperti contoh kita bisa merencanakan untuk berwisata ke luar kota pada akhir pekan. Walaupun hal tersebut belum tentu terjadi, namun kita dapat menduga duga nya terlebih dahulu
b.      Kita hidup di 3 dimensi waktu. Contoh : saat ini kita kerja di sebuah konsultan PR. Kita telah berhasil memenangkan seorang klien yang merupakan perusahaan swasta besar di Indonesia. Agar supaya klien tersebut terus menerus dapat memperpanjang kontraknya dengan agency kita, maka mulai memberikan treatment yang oke kepada perusahaan tersebut agar keberlangsungan hubungan kedua belah pihak dapat berlanjut terus menerus
c.       Kita bisa membantu perkembangan kepribadian. Contoh : sewaktu SMA, udin adalah seorang yang sangat nakal dan gemar merokok. Suatu hari ia terserang penyakit akibat kebiasaan merokoknya. Sehingga ia akan mulai menjauhi rokok dan berubah ke arah yang lebih baik.

5.      Bahasa memungkinkan proses refleksi diri
a.       Kita bisa memantau komunikasi kita. Contohnya : saat sedang berdiskusi dengan teman untuk tugas kelompok terkadang kita sering mendominasi sehingga kita berkata : “Astaga, gue dari tadi udah kebanyakan ngomong, dan gak ngebiarin mereka berpendapat.”
b.      Kita bisa mengatur reputasi kita : contoh : ketika sedang berkumpul dengan sahabat kita akan bercanda lelucon yang aneh dan tertawa dengan keras. Namun ketika kita sedang melakukan presentasi dihadapan atasan, kita akan menjadi orang yang formal dan mengeluarkan tata bahasa yang teratur dengan baik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar