Contoh KEMAMPUAN SIMBOLIK dalam
Komunikasi antarpribadi
1. Bahasa
mendefinisikan fenomena
a. Bahasa
mendefinisikan persepsi : contohnya : tetangga kita adalah seorang guru. Orang
orang melabeli dirinya sebagai seorang guru, sehingga mereka akan memberikannya
perlakuan layaknya guru pada umumnya. Seperti belajar, mendiskusikan tugas
kelas, dll.
b. Contohnya
saksi ahli linguistik yang didatangkan pada sidang penodaan agama dengan yang
didakwa basuki tjahaja purnama.
c. Bahasa
dapat diperhitungkan : Seorang ulama dapat dikatakan sebagai pemimpin disuatu
pondok pesantren, karna tingkat pendidikan dan agama yang ia kuasai.
d. Bahasa
membentuk dan mencerminkan hubungan : Dalam konteks ini letak geografis sangat
amat mempengaruhi, karna tumbuh kembang sesorang membentuk dan mencerminkan
bahasa yang ia gunakan. Seperti anak-anak yang berada di kawasan kumuh yang
tidak mendapatkan perhatian yang lebih dari orangtua akan berbeda dengan
penggunaan bahasa yang digunakan oleh anak-anak yang tinggal dikawasan komplek
dan mendapatkan perhatian yang lebih dari kedua orangtuanya.
2. Mengevaluasi
bahasa
a. Bahasa
mencerminkan dan membentuk persepsi : contoh : “dia orangnya mageran” kata
tersebut mencerminkan bahwa orang yang dibicarakan memiliki sifat pemalas
b. Bahasa
bisa diisi : contohnya : ketika kita mengatakan bahwa kakek nenek kita adalah
tua renta, maka hal tersebut dapat menyakiti hati mereka dan dianggap menghina
mereka
c. Bahasa
bisa merendahkan orang lain. Contoh : beberapa hari belakangan ini dapat kita
lihat kasus dimana inul daratista membalas sebuah komentar pada netizen di
instagramnya dengan ucapan “kamu itu enggak punya class, beda sama saya”
komentar tersebut dianggap sebagai merendahkan orang lain
3. Bahasa
mengatur persepsi
a. Bahasa
bisa membentuk stereotype. Contoh : Polisi
itu galak. Bahasa tersebut dapat membuat kita takut akan polisi dan seolah olah
menyatakan bahwa polisi adalah orang yang jahat
4. Bahasa
memunculkan pikiran hipotesis (menduga – duga)
a. Kita
bisa berfikir diluar situasi yang nyata terjadi : seperti contoh kita bisa
merencanakan untuk berwisata ke luar kota pada akhir pekan. Walaupun hal
tersebut belum tentu terjadi, namun kita dapat menduga duga nya terlebih dahulu
b. Kita
hidup di 3 dimensi waktu. Contoh : saat ini kita kerja di sebuah konsultan PR.
Kita telah berhasil memenangkan seorang klien yang merupakan perusahaan swasta
besar di Indonesia. Agar supaya klien tersebut terus menerus dapat
memperpanjang kontraknya dengan agency kita, maka mulai memberikan treatment
yang oke kepada perusahaan tersebut agar keberlangsungan hubungan kedua belah
pihak dapat berlanjut terus menerus
c. Kita
bisa membantu perkembangan kepribadian. Contoh : sewaktu SMA, udin adalah
seorang yang sangat nakal dan gemar merokok. Suatu hari ia terserang penyakit
akibat kebiasaan merokoknya. Sehingga ia akan mulai menjauhi rokok dan berubah
ke arah yang lebih baik.
5. Bahasa
memungkinkan proses refleksi diri
a. Kita
bisa memantau komunikasi kita. Contohnya : saat sedang berdiskusi dengan teman
untuk tugas kelompok terkadang kita sering mendominasi sehingga kita berkata :
“Astaga, gue dari tadi udah kebanyakan ngomong, dan gak ngebiarin mereka
berpendapat.”
b. Kita
bisa mengatur reputasi kita : contoh : ketika sedang berkumpul dengan sahabat
kita akan bercanda lelucon yang aneh dan tertawa dengan keras. Namun ketika
kita sedang melakukan presentasi dihadapan atasan, kita akan menjadi orang yang
formal dan mengeluarkan tata bahasa yang teratur dengan baik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar