Tetes keringat yang dikeluarkan setiap harinya, kata kelelahan yang tak pernah ia lontarkan, kesabaran yang selalu mengiringinya demi anak semata wayangnya membuat saya bangga dengan bu Tari, Sang Penjual Koran di lampu merah Patung kuda, Tembalang Semarang.
Beliau berumur 48 tahun, menghidupi anaknya seorang diri tanpa suami. Ia telah bercerai dengan suaminya selama 15 tahun, dan semenjak itu ia berjuang seorang diri. Jika ditanya untuk menikah lagi, ibu Tari tidak ingin untuk menikah lagi karena ia takut kasih sayang terhadap anaknya akan berkurang. Dan ia hanya ingin menikmati hari-harinya dengan sang anak yang kini tengah menginjang bangku sekolah kelas 3 SMP.
Namun, anak semata wayang ibu Tari tidak tinggal serumah dengannya, dikarenakan bu Tari memilih kos agar ia tak susah untuk bekerja. Namun, setiap hari sabtu sang anak akan mengunjungi ibunya. Sang anak pun dititipkan di rumah orang tua nya. Latar belakang kedua orang tua bu tari pun kurang berkecukupan, Sang bapak hanya pengangkut becak dan Sang ibu hanya tukang cuci. Dengan itu, anak Bu tari juga sadar dengan keadaan kakek dan neneknya sehingga membantu dengan ia masak, mencuci baju, mencuci piring sendiri.
Ibu tari tak ingin anaknya bernasib sama dengannya dan sangat memntingkan pendidikan anaknya.
"Banyak yang bilang ke saya, anaknya juga disuruh jualan koran aja. Tapi saya gak mau mbak, soalnya kalau anak sudah diajarkan untuk mencari duit, nanti dia akan berpikir kalau cari duit itu gampang toh cuma jualan doang dapet duit. Ujungnya gak mau belajar", ujar bu tari.
Bu Tari rela bekerja dari gelap menuju gelap lagi. Ia membeli koran dari distributor koran yang tak jauh dari kosan nya. Jam 5 pagi ia telah mulai berjualan, dan pulang jam 8 malam. Terkadang ia pulang, masih membawa sisa koran yang banyak.
"Kalau koran kan dibaca sesuai berita hari ini ya mba, jadi kalau sisa saya rugi. Palingan kalau dijual lagi itu modal saya juga gak kembali," ujar bu Tari.
Quote Ibu Tari: Sombong bukan jaminan hidup. Sombong nantinya yang akan menghancurkan hidupmu.
Untuk para wanita yang kelak menjadi seorang ibu jadilah seorang ibu yang baik kepada anak-anaknya jadilah wanita wanita hebat, untuk semua orang hargailah seorang sosok ibu beliau yang merawat mendidik menjadi anak yang baik hargai kasih sayangnya, tidak seorangpun yang mampu membalas kasih sayangnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar