Koalisi PDIP-Demokrat Terancam Kandas
Jakarta-Koalisi yang masih dijajaki Partai PDIP dan Demokrat terancam kandas. Terlebih, jika kedua elite partai terus saling serang soal kasus korupsi E-KTP.
"Belum ada chemistry dan saya lihat sulit. Pada 2004, saat kontestasi Pilpres, nampaknya muncul problem personal. Akibatnya komunikasi tak sepenuh hati dan masih sekedar basa-basi", ujar Yulianto, pengamat politik Universitas Diponegoro Semarang Jum'at (23/3).
Menurutnya, gaya bahasa dan bahasa tubuh Megawati terkait upaya Demokrat menjadi partai koalisi nampaknya tak mudah diterima.
PDIP dinilai masih tidak nyaman bergandengan dengan Demokrat, apalagi memasangkan calon presiden dari PDIp dengan calon wakil presiden dari Demokrat.
Pada tahun-tahun politik citra partai akan sangat mempengaruhi suara pemilih. Yulianto juga menilai, Demokrat memanfaatkan kasus ini untuk menunjukkan kekuatan di depan PDIP serta menungkatkan nilai tawar.
Demokrat juga seolah menunjukkan, tidak semua partai itu bersih. Apalagi posisi PDIP saat ini sebagaimana masa pemerintahan SBY, memegang tampuk kekuasaan.
"Lontaran kritik pada PDIP menaikkan posisi tawar Demokrat. Menunjukkan jika mereka memiliki power dan kemampuan untuk membangun opini,"katanya.
Hubungan kedua elite partai ini semakin meruncing ketika Setya Novanto menyebut nama-nama penerima uang hasil korupsi E-KTP.
PDIP menyebut Demokratlah yang paling bertanggung jawab karena proyek E-KTP berjalan pada masa pemerintahan SBY. Sementara itu, elite Demokrat meminta PDIP tak cuci tangan dan berjiwa besar dengan tak melindungi kadernya yang terlibat.
Sekretaris Jendral Partai Demokrat Hinca Pandjaitan mengatakan "Tidak ada yang sekarang langsung menyalahkan pemerintahana Pak Jokowi. Parpol yang kadernya tersangkut korupsi menyerahkan sepenuhnya proses hukum tanpa menyalahkan kebijakan pemerintahan Pak Jokowi. Semua sama dihadapan hukum. Tidak ada kaitannya dengan partai yang sedang beroposisi atau yang sedang berkuasa".
Dengan pernyataan Hinca tersebut, prediksi M Yulianto soal penjajakan koalisi Demokrat-PDIP bakal kandas semakin kuat.
Sumber: Koran Suara Merdeka
Headline berita Sabtu, 24 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar