Fenomena PELAKOR di media sosial
Kali ini opiniku menarik nih, yup fenomena PELAKOR yang viral banget di sosial media nih.
Belakangan ini istilah "pelakor" atau perebut laki orang memang lagi viral di media sosial. Mungkin teman-teman juga udh pada tau, dengan beredarnya video-video istri sah yang mendatangi si pelakor dengan menghujat. Berbagai cara dilakukan agar membuka masalah perselingkuhan, dari ribut-ribut di mal, lapor ke kementerian supaya status PNS suami dicabut, hingga yang paling luar biasa adalah sawer-menyawer si mbak selingkuhan sementara suaminya duduk tenang.
Sebenarnya, masalah selingkuh-selingkuh ini bukan tren baru, cuma karena penggunaan media sosial yang tiada batas makin menjadi saja, seakan-akan sekarang makin banyak yang selingkuh.
Menurut pendapat aku nih, fenomena pelakor itu harus dilihat dari dua sisi, yaitu: sisi pelaku dan sisi hubungan suami istri. Dari sisi pelaku kita juga mesti melihat dari dua pihak, baik wanita sebagai pelakor dan suami yang 'katanya' dicuri wanita tersebut.
Intinya, jangan hanya menyalahkan satu pihak untuk masalah perselingkuhan, dan jangan terlalu mudah memaafkan apalagi menutupi. Satu lagi, buat kalian yang pernah diselingkuhi, jangan pernah mau disalahkan atas apa yang terjadi.
Untuk para pelakor , segeralah sadar bahwa apa yang kamu lakukan itu Adalah Salah, merebut suami orang bukanlah satu satu nya jalan untuk menempuh kebahagiaan. Karena, sebahagia apapun kamu, kamu tetaplah pelakor, kamu bahagia di atas penderitaan orang lain, tangisan orang lain. Dan ingatlah nantinya penderitaan tersebut juga akan berbalik kepadamu.
Teruntuk para istri dan ibu di luar Sana yang hatinya sudah terluka karena perselingkuhan, tetaplah kuat, tetap sabar, karena semua akan indah pada waktu nya. Karma akan Datang di saat yang tepat. Tetap jadi wanita mandiri yang menjadi kebanggan anak anak mu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar