Terminal Tirtonadi Solo
patut jadi acuan terminal di Indonesia
Sudah tak asing lagi
jika mendengar kata terminal, mungkin bagi sebagian orang terminal merupakan
tempat yang rutin dikunjungi. Prasarana ini merupakan gerbang bagi orang yang
ingin bepergian antar kota maupun antar provinsi dengan menggunakan
transportasi darat, terutama bus.
Di Indonesia terminal
image yang lumayan buruk, mulai dari banyaknya pedagang asongan, pengemis,
pencopet hingga preman. Lingkungan yang kumuh juga menjadi salah satu
permasalahan yang sering dialami. Sehingga mind set masyarakat terhadap
terminal lebih berat ke arah yang negatif.
Namun image terminal
yang seperti itu tidak berlaku bagi teminal Tirtonadi Solo. Beberapa waktu lalu
saya sempat mengunjungi kota Solo dan memilih bus sebagai transportasi saya.
Ketika telah tiba di tempat penurunan penumpang terakhir yaitu di terminal
tirtonadi, saya sangat kaget melihat kondisi terminalnya yang tidak menyerupai
terminal di Indonesia pada umumnya. Terminal ini lebih menyerupai bandara.
Itu merupakan saya
menginjakkan kaki untuk pertama kali di Solo khususnya terminal tirtonadi.
Suasana layaknya bandara sangat terasa di terminal ini. Hal ini tampak dari petugas terminal yang berseragam
rapi, tempat duduk berjejer, AC, sistem e-ticketing dan juga Wi-Fi gratis akan
membuat calon penumpang betah berlama-lama menunggu bus disana. Serta juga
terdapat warung makan yang berjejer dari makanan berat hingga makanan ringan.
Dan tak kalah penting terminal ini memiliki kebersihan yang sangat terjaga.
Tentunya terminal seperti inilah yang diharapkan oleh masyarakat, dan terminal
solo bisa menjadi acuan bagi terminal lain di Indonesia untuk lebih mengarahkan
dan menjaga terminal ke arah yang lehih baik.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar