Selasa, 10 April 2018

Terminal Tirtonadi Solo patut jadi acuan terminal di Indonesia


Sudah tak asing lagi jika mendengar kata terminal, mungkin bagi sebagian orang terminal merupakan tempat yang rutin dikunjungi. Prasarana ini merupakan gerbang bagi orang yang ingin bepergian antar kota maupun antar provinsi dengan menggunakan transportasi darat, terutama bus.
Di Indonesia terminal image yang lumayan buruk, mulai dari banyaknya pedagang asongan, pengemis, pencopet hingga preman. Lingkungan yang kumuh juga menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami. Sehingga mind set masyarakat terhadap terminal lebih berat ke arah yang negatif.
Namun image terminal yang seperti itu tidak berlaku bagi teminal Tirtonadi Solo. Beberapa waktu lalu saya sempat mengunjungi kota Solo dan memilih bus sebagai transportasi saya. Ketika telah tiba di tempat penurunan penumpang terakhir yaitu di terminal tirtonadi, saya sangat kaget melihat kondisi terminalnya yang tidak menyerupai terminal di Indonesia pada umumnya. Terminal ini lebih menyerupai bandara.
Itu merupakan saya menginjakkan kaki untuk pertama kali di Solo khususnya terminal tirtonadi. Suasana layaknya bandara sangat terasa di terminal ini.  Hal ini tampak dari petugas terminal yang berseragam rapi, tempat duduk berjejer, AC, sistem e-ticketing dan juga Wi-Fi gratis akan membuat calon penumpang betah berlama-lama menunggu bus disana. Serta juga terdapat warung makan yang berjejer dari makanan berat hingga makanan ringan. Dan tak kalah penting terminal ini memiliki kebersihan yang sangat terjaga. Tentunya terminal seperti inilah yang diharapkan oleh masyarakat, dan terminal solo bisa menjadi acuan bagi terminal lain di Indonesia untuk lebih mengarahkan dan menjaga terminal ke arah yang lehih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar