Rabu, 04 April 2018


 Biji Mangga Bisa Atasi Keputihan?


Sekelompok mahasiswi Universitas Diponegoro melakukan penelitian mengenai manfaat biji buah mangga dalam mengatasi keputihan. Mereka terdiri dari empat orang yakni Virantika Wiji Pangestu jurusan Teknik Kimia, Mega Andira Putri jurusan Teknik Mesin, Ardelia Dewanti jurusan Biologi dan Ferisa Lestari Nugrahayu jurusan Biologi.
Mega Andira putri saat ditemui di kampus Teknik Mesin Undip, Senin (5/6) mengatakan bahwa riset ini mereka lakukan karena sebagian besar kaum wanita kurang memperhatikan kebersihan daerah kewanitaan.
 Mega juga menjelaskan bahwa keputihan terdiri dari dua jenis yaitu patologis (tidak normal) dan fisiologis (normal). Keputihan patologis atau keputihan tidak normal sudah termasuk ke dalam jenis penyakit, sehingga dapat menyebabkan berbagai efek dan hal ini akan sangat mengganggu bagi kesehatan wanita pada umumnya dan khususnya kesehatan daerah kewanitaan.
Bahan yang telah banyak digunakan dalam mengatasi keputihan adalah sirih, dan  banyak produk-produk pembersih daerah kewanitaan berbahan utama sirih. Namun sebenarnya jika menggunakan sirih secara berkesinambungan pada daerah kewanitaan dapat menyebabkan rahim menjadi kering. Oleh karena itu sekelompok mahasiswa ini saling berdiskusi untuk menemukan bahan alami selain sirih dalam mengatasi keputihan. Mereka telah melakukan percobaan terhadap bahan-bahan alami, melakukan studi pustaka serta mencari referensi. Akhirnya mereka menemukan biji mangga sebagai bahan dalam mengatasi keputihan pada daerah kewanitaan.
“Masyarakat belum banyak mengetahui khasiat biji mangga ini. Banyak warga yang menganggapnya sebagai limbah. Maka saya dan tiga teman saya memanfaatkan bahan ini karena mudah didapat dan tidak memerlukan biaya yang besar” jelas Mega.
Mega pun menjelaskan tentang bagaimana proses mereka melakukan penelitian terhadap biji mangga ini. “Disini kami menggunakan biji mangga yang berasal dari jenis harum manis (Mangifera indica). Dalam biji mangga jenis ini memiliki kandungan flavonoid yang bisa mencegah tumbuhnya jamur. Kami kombinasikan biji buah mangga tersebut dengan akar. Sebelumnya bagian tertentu pelok dikeringkan, kemudian dihaluskan menjadi bubuk. Setelah melalui proses ekstraksi, disaring dan menjalani evaporasi. Kemudian  akar sambiloto dipotong-potong dan dikeringkan. Selanjutnya juga dihaluskan menjadi bubuk. Proses berikutnya adalah ekstraksi dan evaporasi. Setelah menjadi pasta, dua bahan ini dicairkan dengan aquades (air murni).
Sampai sekarang, penelitian masih terus dilakukan dan telah memasuki tahap uji invitro. Mega mengatakan progres risetnya sudah sampai 70 persen. “Saat ini kami sedang menguji pada isolat agar mengetahui efektivitas dari ekstrak akar sambiloto dan biji buah mangga,” ujarnya.
Penelitian riset tersebut dilakukan dalam rangka Progam Kreativitas Mahasiswa tahun 2016 lalu selaku Sri Pujianto sebagai dosen pembimbing.

Mega berharap agar riset yang telah ia lakukan dengan tiga orang temannya tersebut dapat menghasilkan suatu produk sehingga masyarakat dapat mengkonsumsi produk mereka. Produk tersebut juga diharapkan dapat mengurangi jumlah wanita yang mengalami keputihan patologis dan mencegah tumbuhnya jamur pada daerah kewanitaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar