Rabu, 04 April 2018

Bolehkah Menahan Kencing? Ini Penjelasannya



Ketika Anda merasa ingin kencing, yang terjadi di dalam tubuh adalah kandung kemih sudah mulai penuh dengan cairan. Respon ini adalah proses yang cukup rumit dan melibatkan banyak otot, organ, dan sistem saraf yang bekerja untuk memberi tahu Anda inilah saatnya untuk buang air kecil.



Dilansir dari laman Healthline, saat kandung kemih Anda sudah hampir setengah penuh, kandung kemih akan mengaktifkan saraf di sekitarnya untuk memberi tahu otak. Otak akan mendapatkan sinyal bahwa kandung kemih mulai penuh dan memberi perintah untuk segera buang air kecil. 
Ketika mendapatkan sinyal tersebut, sistem saraf pusat akan refleks mengirimkan sinyal lagi ke saraf di sekitar kantung kemih untuk menahan pergerakannya, jangan dikeluarkan dahulu hingga Anda tiba di toilet. 
Semakin lama Anda menahan pipis, ini artinya secara sadar Anda sedang melawan sinyal yang diberikan kandung kemih Anda untuk segera pipis. Semakin meregang kandung kemih Anda, maka rasa tidak nyaman pun akan semakin terasa.



Meskipun kandung kemih sebenarnya mampu meregang dan menampung urine hingga 1.000 ml, dalam beberapa kasus kandung kemih bisa pecah, dan untuk memperbaikinya butuh pembedahan khusus. Untungnya, kasus ini terhitung jarang terjadi.




Umumnya, Anda masih boleh menahan kencing asal tidak terlalu lama dan tidak sering dilakukan. Sebab, normalnya tubuh memang memiliki kemampuan alami untuk menahan air kencing keluar dari kandung kemih. 
Namun, jika kandung kemih Anda menahan hingga lebih dari kapasitasnya dalam jangka waktu yang semakin lama, Anda akan mulai merasa sangat tidak nyaman. 
Untuk berapa lama boleh ditahan dan berapa lama tidak boleh sebenarnya tidak ada batasan khusus, ini bisa bervariasi dari orang ke orang. Tergantung dengan respon saraf Anda, usia, seberapa banyak cairan yang Anda hasilkan, dan berapa lamanya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar