Sabtu, 17 Februari 2018

Siaran langsung pernikahan para artis yang heboh di televisi, apakah layak ditonton?

Hai semuaaa...kali ini aku akan beropini tentang pernikahan-pernikahan artis yang heboh disiarkan langsung di televisi.

Kehidupan artis seolah tidak memiliki privacy di mata publik. Dengan tayangan infotainment yang terus-menerus menyorot kehidupan para artis yang menjadi makanan seluruh masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan. Terlebih lagi penayangan acara besar beberapa pihak artis yang ditayangkan secara live di televisi. Seperti tayangan acara pernikahan yang merupakan hal tersebut acara yang sakral. 
Contohnya saja pernikahan anang-ashanty, raffi ahmad-nagita slavina, Alyssa-dude herlino, dan yang baru ini terjadi yaitu Vicky prasetyo-angel elga.

Tayangan-tayangan seperti itu masih saja mendapat rating dan share yang bagus. Memang secara struktur mereka memenuhi kriteria suatu berita, namun untuk segi manfaatnya tayangan tersebut tidak memiliki news value. 

Padahal hal ini  sangat melanggar peraturan penyiaran yaitu Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) KPI Tahun 2012 Pasal 11 Ayat 1 serta Standar Program Siaran (SPS) KPI Tahun 2012 Pasal 11 Ayat 1. Untuk siaran yang dinilai KPI dimanfaatkan bukan untuk kepentingan publik tersebut, sanksinya hanyalah administrasi teguran tertulis.

Nah bagi yang belum tau, sebenarnya stasiun televisi itu meminjam frekuensi ke kita, ya kita masyarakat, karena pemilik frekuensi seutuhnya adalah masyarakat. Jadi, kita tidak diam saja saat frekuensi yang dipinjam tidak memberikan manfaat dan boleh saja menuntut tayangan yang lebih berkualitas yang tentunya memiliki news value. 

Tolak ukur kemewahan pernikahan para artis ini juga menjadi pemicu bagi pihak tertentu untuk menayangkan acara kebesaran para artis. Hal ini jelas terlihat, artis yang menggelar pernikahan serta kelahiran dan ditayangkan live di televisi dengan penuh kemewahan dan bahkan menyebutkan nominal dari berbagai barang yang digunakan.  

Namun, masalahnya tayangan seperti ini akan terus ada di televisi selama msih banyak penontonnya. Dan KPI seharusnya lebih tegas dan bijak lagi dalam menindak hal ini. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar