Minggu, 18 Februari 2018


Opini  "Kartu kuning untuk Jokowi, apakah pantas?"


Pastinya udah pada tau kan mengenai berita yang sempat heboh di Indonesia, yaa ketua BEM UI yang memberikan kartu kuning ke Presiden Jokowi


Kata-kata agen of change memang telah melekat kepada mahasiswa dan mempunyai peran penting dalam demokrasi Indonesia. Tindakan yang dilakukan mahasiswa untuk melakukan perubahan terhadap bangsa dapat menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Jum’at 2 Februari 2018, merupakan hari yang mengejutkan bagi Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia.  Bagaimana tidak, dalam kesempatan berpidatonya ia tiba-tiba didatangi ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia. Di acara Dies Natalis itu, Ketua BEM UI mengacungkan kartu kuning ke arah Jokowi sesaat setelah menyampaikan sambutannya.

Hal tersebut menuai tentunya pro dan kontra di masyarakat. Di suatu sisi, masyarakat menganggap tindakan tersebut merupakan langkah kreatif bagi mereka untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan-kebijakan Jokowi selama ini, sedangkan di sisi lain masyarakat menganggap ini sebagai bentuk pelecehan terhadap kepala sekaligus sebagai simbol Negara dan tentunya tidak memiliki etika.

Sebenarnya hal ini tidak terlalu dipermasalahkan oleh Presiden Jokowi, namun orang-orang disekitar yang mempermasalahkan hal ini.  
Yang namanya mengingatkan pemimpin tentunya perlu, namun cara penyampaian haruslah sopan terlebih lagi kepada orang nomor satu di Negara kita. Serta waktu untuk penyampaian aspirasi sebagai mahasiswa hendaklah tepat.

Mengkritik kinerja seorang Presiden tidaklah mudah, karena sebelum mengkritik tentunya kita harus memiliki dasar-dasar atau data dari kinerja Presiden, tidak seenaknya mengkritik.
Jika berbicara masalah mahasiswa, masih banyak yang perlu dievaluasi dari kelompok yang katanya pembawa perubahan ini. Sebelum mengkritik Presiden, sebaiknya para mahasiswa mengkritik terlebih dahulu diri mereka sendiri, bermuhasabah apakah mereka memang benar-benar sudah layak disebut dengan mahasiswa? Karena, tentunya para petinggi Negara atau pejabat pemerintahan lebih banyak mengetahui kinerja seorang presiden dibandingkan kita sebagai mahasiswa yang hanya mengetahui hal ini seumur jagung.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar